Scrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace Layouts

Minggu, 19 Desember 2010

Congratulation INDONESIA Ku... ^^

GooooooLLLL....... !!!!!!

ya teriakan-teriakan itu lah yang mengiringi Kemenangan Indonesia malam ini ..
Dengan skor terakhir 1-0 Indonesia bisa dengan pasti melangkah dengan pasti menuju Final melwan Malaysia pada 26 Desember di Kuala Lumpur dan 29 Desember di Jakarta.
Sejak bergulirnya kejuaraan Piala ASEAN Football Federation (AFF) sejak 1 Desember 2010 lalu, jutaan masyarakat Indonesia seperti dibuat tersihir oleh penampilan apik Timnas Garuda. Bermain menyerang, atraktif, mencetak banyak gol dan hadirnya dua pemain indo di tim, Irfan Bachdim (nomor 17) serta Christian Gonzalez (nomor 9), membuat Timnas menjadi bahan obrolan yang tak pernah habis diperbincangkan.
hal ini sangat terasa dimana-mana mulai dari kehidupan nyata , sampai di dunia nyata pun hal ini sangat ramai diperbincangkan, di media massa selalu tampil sebagai headline news..
memang moment ini patut untuk diabadikan, Hal ini adalah pintu gerbang bagi Indonesia untuk menunjukkkan dimata dunia bahwa Indonesia mampu untuk bersaing dengan negara-negara lain , bahkan mampu unutk memnajdi seorang JUARA.

Masyarakat Indonesia juga turut mempunyai andil dari kemenangan ini, karena terasa sekali dukungan yang begitu besar dari masyarakat. Saya rasa orang yang awalnya tidak suka dengan sepak bola melihat euforia para mania bola yang begitu kuat pasti akan tergoda dan menjadi tertarik unutk melihatnya juga .Hal ini juga terjadi pada diri saya sendiri..hahahha
awalnya saya tidak begitu Interest dengan yang mananya sepak bola , tapi setelah saya melihatnya mungkin saya tertarik ,dan mengeluarkan expresi yang berlebihan , saya selalu berteriak bila terjadi detik-detik yang menegangkan apalagi bila gol benar-benar terwujud .haha
Mungkin saya hanya salah satu potret dari sekian lapisan masyarakat Indonesia, yang sangat antusias untuk mendukung Indonesia. 
Selain berterima kasih kepada pelatih dan pemain yang berjibaku di lapangan, acungan dua jempol juga layak ditujukan kepada suporter merah putih. 40 ribu hingga 70 ribu penonton tak pernah bosan menyanyi dan bersorak selama menonton dan mendukung Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan yang legendaris itu.
Bahkan Filipina pun mengagumi fanatisme ribuan penonton yang hadir di GBK ketika melakoni babak Semifinal pertama.Semua momentum euforia ini harus terus dijaga hingga Indonesia main di Final (24 dan 29 Desember 2010) hingga akhirnya Firman Utina cs menjadi juara Piala AFF untuk pertama kalinya.Jika Indonesia juara, pekerjaan dan tanggung jawab tidak lantas usai. Semua pihak harus terus menjaga prestasi ini dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan.Mulai dari pengurus PSSI yang harus merubah mentalnya selama ini. Manajemen bobrok dan tidak transparan benar-benar harus dihapus. PSSI juga harus bisa mengakomodir beberapa usulan dari pihak di luar PSSI mengenai roda kompetisi profesional, pembinaan pemain muda sampai manajemen tim nasional.Pemain pun juga harus terus menjaga kedisiplinannya sebagai atlet profesional.
Memperhatikan pola makan, gizi, istirahat, porsi latihan hingga meninggalkan rokok dan miras, penting untuk dilakukan.Klub bola profesional sebagai salah satu ujung tombak pembinaan pemain juga harus menjadi modern. Pola pembinaan, pelatihan dan manajemen seperti yang dimiliki klub-klub di Eropa maupun Jepang dan Korea Selatan bisa menjadi acuan. Setidaknya beberapa poin kelebihan mereka bisa kita contoh.Peran pemerintah juga tak boleh dilupakan. Membangun sarana olahraga yang modern dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan olahraga harus segera dilakukan jika kita ingin nama Indonesia semakin harum di dunia internasional. Membangun sarana olahraga adalah salah satu kunci meningkatkan prestasi olahraga. Menambah anggaran untuk peningkatan prestasi akan mubazir jika kita tidak memiliki sarana olahraga yang mumpuni.Staf kepelatihan lokal juga harus terus ditingkatkan mutunya. 
Mulai dari penyeleksian staf pelatih, mengirimnya sekolah ke luar negeri, seperti Cina, Jepang, Australia, Amerika Serikat atau Rusia, bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman melatih para pelatih lokal.Menyewa pelatih asing juga tidak diharamkan. Metode kepelatihan pelatih asing yang berwawasan jauh ke depan, disiplin, ketat dan tanpa kompromi penting untuk membina atlet Indonesia.Lalu yang hingga kini belum dilakukan oleh Indonesia ialah Science Sport atau peningkatan mutu latihan dan prestasi dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Di Eropa, AS dan beberapa negara Asia, Science Sport adalah faktor penentu prestasi sebuah negara, selain atlet, pelatih, sarana olahraga dan pengurus organisasi.
Semangat Selalu INDONESIA KU^^
GARUDA DI DADA KU !!!!

0 komentar:

Posting Komentar